Jumat, 30 Desember 2011

Srigala yang Egois

Di sebuah hutan yang indah tinggalah sekumpulan hewan dengan berbagai bentuk dan ukuran mulai dari semut yang sangat kecil sampai gajah yang sangat besar. Ada Jerapah, Kijang, Rusa, Kelinci dan Serigala.

Di antara hewan-hewan di hutan itu ada seekor hewan yang egois dia adalah Si Srigala. Dia mempunyai keinginan untuk hidup sendiri agar ia dapat menguasai segalanya sendiri. Maka dicarilah akal agar hewan-hewan yang lain itu pergi meninggalkan hutan yang indah itu. Akhirnya muncullah ide, untuk membuat isu akan datangnya seorang pemburu.

“Teman-teman….aduh gawat…kata Si srigala sambil lari dengan tergopoh-gopoh”

“Ada pemburu datang ke hutan kita…” kata Si Srigala…

Mendengar kabar dari Si Srigala, penghuni hutan merasa terkejut dan tidak percaya dengan perkataan Si Srigala.

“Ah masa sih…” Celutuk Si Jerapah

“kalo ga percaya, liat saja disana ada sebuah senapan…” kata Si Serigala

“Mana…mana…mana dimana…???” kata beberapa binatang dengan nada penasaran

“Itu disana…kalo ga percaya, ayo kita lihat sama-sama..” kata Si Srigala

Dan pergilah mereka semua ke tempat yang di maksud oleh Si Srigala.

“Iya, benar ternyata ada senapan disini…Aduh…Bagaimana ini?” kata Si Kelinci

“Bagaimana nanti kalo aku yang diburu, terus gadingku diambil dan dijual…”kata Si Gajah cemas

“Padahal senapan itu tidak sengaja aku temukan kemaren dan aku pun tak tahu siapa pemiliknya..” Gumam Srigala dalam hati

Ditengah kepanikan penghuni hutan Srigala bilang “Untuk sementara kita pergi saja dari hutan ini agar kita tidak diburu”

“Kalo kita pergi bagaimana dengan hutan ini?? “ celetuk Si Kelinci

“Tenang, Biar aku saja yang menjaga hutan kita tercinta…” kata Si Srigala

“Kamu beneran berani dengan para pemburu itu yang terkenal kejam???” Tanya Si Kijang

“Lariku kan cepat nanti kalo sudah aman aku beri tanda dengan auuunganku…” Jawab Si Srigala

Akhirnya sekumpulan hewan itu pergi meninggalkan hutan kecuali Si Srigala.

Srigala merasa senang sekali, keinginanya terwujud untuk bisa menikmati hutan tanpa merasa perlu berbagi dengan hewan lainnya. Dia merasa sangat puas dan bebas.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Tidak disangka siang itu datanglah seorang pemburu.

Srigala sangat ketakutan, dia berlari kencang sekuat tenaga untuk menyelamatkan dirinya sambil mengaung tapi tak ada yang mendengar. “aku menyesal telah menipu teman-temanku” gumamnya dalam hati. Dia terus berlari menuju gua, dia terjatuh dan saat sampai didepan gua dia pingsan. Tapi dia selamat dari pemburu.

Saat Srigala membuka mata, dia terkejut melihat teman-temannya ada dihadapannya. Srigala pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan meminta maaf kepada teman-temannya.

Akhirnya srigala menyadari bahwa hidup bersama itu lebih menyenangkan dari pada hidup sendiri.


The End

****

Thanks to my sister yang turut menyumbangkan inspirasinya...

Rabu, 28 Desember 2011

Telinga...



Telinga...
Mendengarlah fungsi utamanya...

Tetapi terkadang seperti tak berfungsi...
Tak mampu mendengar dengan baik...

Terlalu banyak orang yang ingin didengar...
Tapi enggan untuk mendengar...

Terlalu banyak orang yang ingin dimengerti
Tapi enggan untuk mengerti...

Hari ini ingin ada seseorang yang jadi telinga buatku...
Cukup Diam Sejenak dan Dengarkan Curhatku...
Cukup bagiku...tak perlu melakukan banyak hal...

Keinginan untuk didengar...
Tapi sudahkah diri ini merelakan jadi telinga untuk orang lain...
Bersediakah diri Mendengarkan rintihan hati orang lain...
Atau hanya ingin Mendengarkan kata-kata yang hanya ingin kudengar...
Rasanya semua berawal dari sini...
Dari keinginan telinga yang hanya ingin mendengar sesuatu yang ingin didengarkan saja..
Telinga jadi enggan mendengar hal-hal yang tak baik, enggan mendengar nasihat, enggan mendengar kritik, enggan mendengar yang benar...

Jika diri ini lebih mampu mendengar dengan baik, mungkin akan lebih mudah untuk memahami dan mengerti segala hal dengan lebih baik...


Astagfirullah...Ampuni diri ini ya ALLAH...
Bersabar dalam Mendengar...Belajar Menjadi Pendengar yang Baik...
Always Listening...Always Understanding...
Be Adult and Be A Wise...

Minggu, 25 Desember 2011

Biarkan Hujan Menyembuhkanmu...



Tidak terdengar sedramatis bentuk pelecehan lainnya, tapi serangan kata-kata negatif yang disampaikan terus menerus pada seseorang dapat menjadi racun yang menghancurkan konsep diri seseorang hingga masa depannya dipertaruhkan. Dalam porsi yang intens, kata-kata negatif dapat sama berbahayanya dalam trauma akibat perkosaan atau kecelakaan.

Dalam buku ini kita akan tahu bahwa sadar kita sering terjebak dalam sebuah siklus yang merugikan akibat konsep-konsep negatif yang ditanamkan dalam benak kita sejak kecil melalui kata-kata.

Bagaimana lepas dari siklus tersebut dan lahir kembali sebagai individu yang otentik? Tentukan jawabannya dalam buku indah yang merupakan perpaduan harmonis dari ilmu psikologi, spiritualitas, dan pengalaman hidup yang menyembuhkan ini.

****

pengen banget baca buku ini...